Desa Tounwawan
Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya - 81
Administrator | 28 Agustus 2025 | 256 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
28 Agustus 2025
256 Kali Dibaca
Desa Tounwawan terletak di bagian timur pulau Moa. Lokasi desa tepatnya berada disamping gunung kerbau bagian utara. Desa ini memiliki 4 (empat) kelompok masyarakat yang menghuni petuanan-petuanan desa, baik di bagian barat, selatan maupun bagian utara serta disamping lutur negeri Ina Leta. Kelompok-kelompok masyarakat ini ahirnya ditetapkan menjadi dusun dari desa Tounwawan.
Menurut Bapak Ulis Syamiloy, bahwa Masyarakat 4 (empat) dusun ini awalnya tinggal di Ina Letta (negeri lama desa Tounwawan). Oleh karena kondisi alam Moa timur yang sebagian besar dipenuhi batu karang maka masyarakat harus keluar mencari tempat yang baik untuk berkebun, ada yang berkebun di bagian utara negeri Ina Letta, ada yang di bagian selatan negeri Ina Letta, ada dibagian barat negeri Ina Letta, serta ada yang berkebun disamping atau diluar lutur negeri Ina Letta. Awalnya mereka ke lokasi kebun hanya untuk melakukan aktifitas mereka sebagai petani, setelah selesai mereka kembali ke negeri Ina Letta. Oleh karena lokasi kebun yang jauh akhirnya lama kelamaan mereka tinggal di kebun atau tidak kembali lagi ke negeri Ina Letta. Kelompok masyarakat yang berkebun di bagian utara negeri Ina Letta menamakan lokasi kebun mereka Kiera, kelompok masyarakat yang berkebun di bagian Selatan negeri Ina Letta menamakan lokasi mereka Poliwu, kelompok masyarakat yang berkebun di bagian barat negeri Ina Letta menamakan lokasi mereka Weet. Sedangkan yang berkebun diluar lutur negeri Ina Letta ada dua kelompok masyarakat, kelompok yang satu menamakan lokasi kebunnya Watuoriori sedangkan yang satu lagi disebut Letwarwaru (Kampung baru).
Tahun 2007 saat Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih bergabung), Bapak Semuel Letelay sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan datang ke desa Tounwawan memastikan lokasi kelompok-kelompok masyarakat yang nantinya ditetapkan sebagai dusun definif desa Tounwawan, dari hasil pembicaraan itu, maka disepakati kelompok masyarakat kampung baru dan kelompok masyarakat yang tinggal dalam lutur negeri Ina Leta tetap berstatus sebagai desa induk dengan nama desa Tounwawan, sedangkan kelompok masyarakat yang berada di Poliwu (Laktelu Peruli Gadela) dan Kiera (Tut Yomlauna Lok Pagelu) disepakati sebagai dusun dari desa Tounwawan, sedangkan kelompok masyarakat yang berkebun di bagian barat nanti pada tahun 1989 baru ditetapkan sebagai dusun dengan nama Weet (Get Enwawna Serwowonna) setelah itu masyarakat yang berada di Watuoriory (batu Kerbau) juga ditetapkan sebagai dusun.
Walaupun Masyarakat desa Tounwawan sudah hidup dalam kelompok-kelompok masyarakat (Desa dan Dusun) namun kehidupan masyarakat tetap harmonis yang terikat dalam kesatuan keluarga, budaya dan adat.
Tentang moyang-moyang masyarakat desa Tounwawan. Bahwa moyang-moyang desa ini datang dari timur pulau Moa. Ketika tiba di pulau Moa, mereka tidak langsung membangun negeri, namun hidup berkelompok dan sering berpindah-pindah tempat (nomaden). Lama kelamaan, kelompok-kelompok masyarakat ini membentuk sebuah persekutuan dan hidup dalam satu negeri yang mereka bangun yakni negeri Letwaru. Negeri Letwaru wilayahnya berada disebelah timur desa Klis, namun ada satu peristiwa yang mengakibatkan terjadinya perang saudara yang membuat kehidupan mereka tidak tenang, ahirnya mereka terpecah kembali menjadi beberapa kelompok lalu meninggalkan negeri Letwaru, dan berjalan kearah timur, menyebar dalam hutan rimba serta menempati goa-goa. Ada seorang yang bernama Up. Lotpali pergi dan tinggal di negeri Dilmona Dewleni (Pilam-Moain).
Satu saat Up Lotpali mendengar suara ayam berkokok yang mengatakan kok re’ooo Totota tea yang artinya mereka datang untuk mencari makan di negeri Moain, kokokan ayam ini seakan-akan memberi sindiran kepada Up Lotpali bersama saudara-saudaranya bahwa mereka sementara bergantung pada orang lain. Merenspons suara ayam itu, Up Lotpali lalu mengumpulkan semua saudara-saudaranya dan sepakat mencari tempat yang baru untuk membangun negeri. Awalnya mereka sepakat untuk membangun negeri di tempat yang bernama Mhnosepru. Oleh karena lokasi Mhnosepru berada di padang sehingga sangat terbuka terhadap pantauan musuh, maka mereka sepakat lagi untuk membangun negeri di Lirsimyawra daerah hutan dengan alasan jika terjadi perang, masyarakat bisa berlindung dalam hutan atau dalam gua-gua.
Didalam lokasi Lirsimyawra terdapat sebuah telaga besar yang penuh dengan air, mereka lalu melakukan pengeringan terhadap telaga itu. Proses pekerjaan pengeringan berjalan dengan baik, setelah selesai mereka membangun pusat negeri yang disebut dengan natar atau tempat pertemuan, demi keamanan maka dibangun juga pagar atau lutur batu sebagai benteng untuk melindungi negeri dari serangan musuh. sebagai catatan juga bahwa waktu proses pembangunan lutur negeri sebelumnya dilakukan ritual adat.
Menurut Lumosterd H. Tetrapoik, bahwa proses pembangunan lutur pada saat itu dikerjakan oleh masyarakat pada siang hari sedangkan pada malam hari mereka hanya mendengar bunyi-bunyian yang menandakan bahwa pekerjaan lutur sementara dilakukan oleh makluk lain/jin sehingga pembangunan lutur Negeri hanya dikerjakan dalam waktu 8 (delapan) hari. Setelah pekerjaan lutur negeri selesai, semua masyarakat berkumpul dan menamakan negeri Ina Letta. Hingga pada tahun 1803 negeri Ina Leta diganti namanya menjadi Tounwawan yang artinya di atas Telaga, karena negeri dibangun diatas telaga. Walaupun secara administrasi nama desa adalah Tounwawan namun dalam komunikasi bahasa daerah dan adat nama negeri disebut Ina Leta atau negeri Ibu.
Menurut Bapak Apsalom Lotkery, setelah Lutur negeri dan pusat negeri/natar atau tempat pertemuan dibangun, yang menjadi persoalan ialah tidak ada sumber air. Memang didalam lutur bagian utara terdapat satu lubang batu yang cukup dalam namun tidak ada air, sehingga semua mata rumah berkumpul dalam sebuah ritul bagaimana cara agar air dapat keluar dari lubang batu itu. Semua mata rumah datang dengan kekuatan magis atau ilmu gaibnya dan secara bergiliran meminta air agar keluar dari lubang batu itu, hingga giliran mata rumah Ghairupun ahirnya air yang diharapkan pun keluar. Untuk membersikan air sebagai tumbalnya dikorbankan seorang perempun. Ahirnya air itu dinamakan Gera wnyaka atau air permintaan.
Pusat negeri (Natar Ina Letta) atau tempat pertemuan terletak ditengah-tengah negeri dibawah pohon ara besar dimana terdapat tempat duduk sederhana dari batu yang disusun atau dibuat berdasarkan tatanan budaya masyarakat setempat. Dikisahkan juga bahwa negeri Ina Letta dibangun oleh Lima Soa yakni 1). Soa Terupun, 2). Soa Tetupun, 3). Soa Saikiana, 4). Soa Tgoupun, 5). Soa Lolupun. Seiring berjalannya waktu dua soa yakni Soa Lolupun dan Tgoupun bergabung dalam soa Terupun, ahirnya kini tinggal 3 (tiga) soa yakni soa Terupun, soa Saikiana dan soa Tetupun.
Natar atau pusat negeri dikelilingi oleh rumah-rumah adat dan rumah-rumah masyarakat, namun rumah-rumah itu semuanya terbakar ketika negeri Ina Leta dibom oleh Sekutu (waktu itu markas Nipon/Jepang berada dekat dengan negeri Ina Letta, tujuan Sekutu adalah membom markas Jepang namun bom yang dijatuhkan salah sasaran dan mengena Negeri Ina Letta).
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 April 1944 yang oleh masyarakat desa Touwawan menyebutnya dalam bahasa lokal Rtutne Lete Ralammi yang artinya Tounwawan jadi umpan api.
Peristiwa memilukan itu ahirnya, seorang bapak bernama Paulus Peea menulis kisahnya dalam sebuah syair lagu, demikian liriknya
Tounwawan jadi umpan api
Di tanggal 12 April 1944
Perempuan bahkan laki-laki
Merasa hatinya kecil
Reff. Oh..sungguh banyak kesusahan ditanggung
Dengan mengeluh tentara jepang tak bisa tahan
Terus lari dan berteduh
Ada beberapa orang luka
Enam orang yang mati
Terus di dalam lubang-lubang batu
Tounwawan lindung dirinya
(Sumber, Sekdes Tounwawan, Sosfater Nahakleky, SE)
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
443
Populasi
413
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
856
443
Laki-laki
413
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
856
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
LUMOSTERD HERMAN TETRAPOIK
Sekretaris
SOSFATER NAHAKLEKY, SE
Kaur Umum
ROBERT MEIKUDY
Kaur Pembangunan
JOHN BRENER JOKTETIMERA
Kaur Pemerintahan
ASER A. NAHAKLEKY
Kaur Keuangan
MELKI DERBI SAIRTAWY
Operator Desa
ANISA M. LELLOLA
Kepala Dusun
MARNEKS SAIRTAWY
Kepala Dusun
HOSEA DOLUDY
Operator Web
HENDRI VANDER EUGARA
Operator Web
ANDRE JEKSON LAIDILLONA
Operator Web
ZAFTER TOPURTAWY
Desa Tounwawan
Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, 81
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
363 Kali
Hukum Adat Berjalan: Warga Desa Tounwawan Kena Denda
355 Kali
Penuh Haru, Pdt. B. Gardjalay dan Keluarga Diantar Menuju Bandar Udara Jos Imsula Orno
287 Kali
Pemerintah Desa Tounwawan Gelar Rapat terkait Adat Istiadat Desa Bersama Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan BPD.
260 Kali
Pemerintah Desa Tounwawan Salurkan Bantuan Material MCK Untuk 20 Keluarga Penerima Manfaat
256 Kali
Tounwawan Siap Jadi Desa Anti Korupsi, Pemdes Gelar Pertemuan dengan Asisten II Setda MBD
231 Kali
BPD Tounwawan Gelar MUSDES Penyusunan RKPDes Tahun Mendatang
214 Kali
Transparansi APBDes Tounwawan Tahun 2025
28 Kali
Pembangunan Gerai KDMP Tounwawan Resmi Dimulai, Warga Turut Gotong-Royong
25 Kali
Penyaluran BLT KESRA 2025 di Desa Tounwawan Berjalan Lancar
79 Kali
Monitoring dan Pemeriksaan Dokumen LPJ APBDes Desa Persiapan Kiera Berjalan Lancar
99 Kali
BUMDes Ralmida Tounwawan Panen Ayam Potong, Bukti Nyata Pemberdayaan Ekonomi Desa
82 Kali
KPU Maluku Barat Daya Laksanakan Pencocokkan Penelitian Terbatas (Coktas) di Desa Tounwawan
95 Kali
Pengawas KDMP Th. Rehiraky Hadiri Pemasangan Titik Koordinat Kantor KDMP Tounwawan
97 Kali
Posyandu Remaja Desa Tounwawan dan Dusun Watyoryory: Wujudkan Generasi Sehat dan Peduli Gizi
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 6 |
| Kemarin | : | 316 |
| Total | : | 17,812 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 18.97.14.88 |
| Browser | : | Tidak ditemukan |

Kirim Komentar